Di Desa Suga-suga Hutagodang, Kecamatan Pasaribu Tobing, inspektorat bahkan sempat disuruh pulang karena dianggap melakukan pemeriksaan dengan cara yang tidak transparan. Video insiden tersebut kini viral di media sosial.
Tidak hanya itu, sejumlah warga juga mendatangi Kantor Inspektorat Tapteng di Pandan untuk melaporkan langsung dugaan korupsi dana desa oleh kepala desa mereka.
Di tengah derasnya tuntutan masyarakat, mencuat dugaan bahwa kepala desa yang terlibat korupsi terkesan diabaikan karena pernah memberikan kontribusi politik dalam Pilkada Tapteng 2024.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa setiap kepala desa memberikan kontribusi antara Rp 75 juta hingga Rp 100 juta untuk mendukung kemenangan Masinton-Mahmud. Namun, empat kepala desa yang menolak memberikan kontribusi justru menjadi yang pertama dinonaktifkan.
Kondisi ini semakin menegaskan kecurigaan publik bahwa ada tarik-menarik kepentingan politik di balik lambatnya proses penindakan terhadap kepala desa lain yang diduga bermasalah dalam penggunaan dana desa.