CEPAT VIRAL | Platform pemetaan lalu lintas global, TomTom Traffic, merilis daftar terbaru kota termacet di dunia, termasuk Indonesia. Dalam laporan 2025, Bandung dinobatkan sebagai kota dengan tingkat kemacetan tertinggi di Tanah Air, menggeser Jakarta yang selama ini dikenal dengan kepadatan lalu lintasnya.
TomTom Traffic Index menentukan peringkat kota termacet berdasarkan rata-rata waktu perjalanan dan tingkat kemacetan menggunakan floating car data (FCD). FCD ini diperoleh dari kecepatan real-time kendaraan serta data GPS. Selain itu, faktor lain yang diperhitungkan meliputi:
Faktor kurasi-statis – Kapasitas jalan, batas kecepatan, dan kategori jalan.
Faktor dinamis – Kondisi lalu lintas akibat perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan.
Faktor statis – Waktu perjalanan optimal dalam kondisi lalu lintas lancar.
5 Kota Termacet di Indonesia 2025 Versi TomTom Traffic:
- Bandung – Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
- Medan – Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
- Palembang – Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
- Surabaya – Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
- Jakarta – Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik
Bandung Jadi Kota Termacet, Jakarta Melorot ke Posisi Lima
Laporan ini cukup mengejutkan, mengingat Jakarta sebelumnya selalu menjadi kota dengan kemacetan tertinggi di Indonesia. Namun, lonjakan jumlah kendaraan, meningkatnya aktivitas ekonomi, dan infrastruktur jalan yang terbatas membuat Bandung kini menempati posisi teratas.
Kota Termacet di Dunia dan Asia
Kota termacet dunia: Barranquilla, Kolombia (36 menit 6 detik per 10 km)
Kota termacet Asia: Kolkata, India (34 menit 33 detik per 10 km)
Kota termacet Asia Tenggara: Davao City, Filipina (32 menit 59 detik per 10 km)
Dengan meningkatnya kemacetan di kota-kota besar, pemerintah daerah diharapkan dapat mencari solusi inovatif untuk mengatasi masalah ini, termasuk pengembangan transportasi publik dan kebijakan lalu lintas yang lebih baik. Bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke kota-kota ini, persiapkan strategi perjalanan agar tidak terjebak macet!
(Om CV)