Wamen Ossy: Hasil LANDLAB Harus Jadi Kebijakan Nyata untuk Masyarakat

oleh -183 Dilihat
Wamen Ossy: Hasil LANDLAB Harus Jadi Kebijakan Nyata untuk Masyarakat

CEPAT VIRAL | Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, membuka rapat Joint Coordinating Committee (JCC) ke-2 proyek The Project for Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement (LANDLAB) di Aula Prona, Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum evaluasi pelaksanaan proyek LANDLAB selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun langkah lanjutan agar hasil kerja sama dapat diterapkan menjadi kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tujuan kita hari ini bukan sekadar mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah diselesaikan, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan, pengalaman, dan rekomendasi yang dihasilkan melalui LANDLAB benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan publik yang praktis, efektif, dan berdampak nyata,” kata Ossy.

LANDLAB merupakan proyek kerja sama Kementerian ATR/BPN, khususnya Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP), bersama Badan Bank Tanah dan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA). Program bantuan teknis ini berlangsung pada 28 April 2025 hingga 27 April 2028.

Proyek tersebut berfokus pada tiga kelompok kerja teknis, yakni pengamanan tanah untuk mendukung pembangunan, pengembangan pertanahan, serta pengelolaan dan pencadangan Bank Tanah.

Ossy mengatakan, melalui tiga kelompok kerja itu, LANDLAB diharapkan mampu menghasilkan kebijakan berbasis bukti, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, penguatan tata kelola pertanahan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sistem administrasi pertanahan modern, transparan, dan memberikan kepastian hukum.

Selama satu tahun pelaksanaan, LANDLAB telah membahas sejumlah isu strategis, mulai dari pengadaan tanah untuk pembangunan MRT, pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), pemanfaatan ruang bawah tanah, hingga penguatan model bisnis Badan Bank Tanah.

“Wujud nyata LANDLAB terlihat dari berbagai pembahasan mengenai pengadaan tanah untuk pembangunan MRT, pengembangan kawasan TOD, pemanfaatan ruang bawah tanah, hingga penguatan model bisnis Badan Bank Tanah,” ujar Ossy.

Dalam kesempatan itu, Ossy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang melalui JICA, Tim Ahli LANDLAB, Badan Bank Tanah, Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat atas komitmen mendukung penguatan sektor pertanahan di Indonesia.

Apresiasi serupa disampaikan Chief Representative JICA Indonesia, Takeda Sachuko. Ia menilai seluruh kelompok kerja teknis menunjukkan perkembangan positif selama tahun pertama pelaksanaan proyek.

“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN, Badan Bank Tanah, serta seluruh kementerian dan lembaga atas komitmen dan kerja sama aktif selama tahun pertama proyek ini. Kami menantikan kolaborasi dan keberhasilan pembangunan berikutnya,” ujar Takeda.

Dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal PTPP Arief Muliawan dan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pelaksana Badan Bank Tanah Hakiki Sudrajat memaparkan perkembangan pelaksanaan proyek LANDLAB.

Rapat juga dihadiri Sekretaris Jenderal ATR/BPN Dalu Agung Darmawan, para staf ahli, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

(CV)