“Kami sangat merasakan manfaat dari bantuan ini. Uang yang kami terima bisa kami gunakan untuk memperbaiki becak, membeli ban baru, atau sekadar menambah modal kebutuhan keluarga. Jika program ini dihentikan, tentu akan sangat berat bagi kami,” ujar Iwan.
Senada dengan Iwan, tukang becak lainnya, Hasibuan (47), juga berharap pemerintah daerah tetap memperhatikan nasib para tukang becak.
Menurutnya, profesi tukang becak semakin tergerus oleh perkembangan transportasi modern, sehingga penghasilan mereka tidak menentu.
“Dulu pelanggan masih ramai, tapi sekarang sudah banyak orang pakai kendaraan pribadi atau ojek online. Jadi, kalau ada bantuan dari pemerintah, tentu sangat membantu kami untuk tetap bertahan,” ungkapnya.
Para tukang becak juga berharap agar jumlah bantuan serta penerima dapat ditingkatkan, mengingat masih banyak tukang becak yang belum tersentuh program tersebut.
“Kalau bisa, jumlahnya ditambah lagi. Masih banyak teman-teman kami yang juga membutuhkan bantuan ini,” tambah Hasibuan.