CEPAT VIRAL | Kekhawatiran masyarakat Tapanuli Tengah terkait perpecahan dalam tubuh tim sukses pasangan Masinton-Mahmud (MAMA) akhirnya menjadi kenyataan. Pecah kongsi ini mulai tercium pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan pasangan MAMA sebagai pemenang Pilkada Tapteng 2024.
Sejak saat itu, tim sukses mulai bersaing dan saling sikut untuk menunjukkan peran masing-masing dalam kemenangan pasangan MAMA tersebut.
Persaingan semakin panas dengan munculnya unggahan sindiran di media sosial dan grup WhatsApp, di mana para pendukung memamerkan kontribusi mereka dalam kampanye untuk mengklaim peran terbesar dalam kemenangan MAMA.
Puncak dari ketegangan ini terjadi saat pelantikan Masinton-Mahmud sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapteng pada 20 Februari 2025 di Jakarta oleh Presiden Prabowo. Beberapa tim sukses yang hadir dalam pelantikan mengklaim sebagai pendukung utama, sementara mereka yang tidak hadir dianggap sebagai tim hore-hore.
Perpecahan semakin meruncing ketika Masinton memilih Sarma Hutajulu sebagai orang kepercayaannya dalam pemerintahan. Keputusan ini memicu kekecewaan bagi beberapa tim inti di ring satu seperti Timbul Panggabean, Disman Sihombing dan Dennis Malango, yang merasa lebih berhak mendapatkan posisi strategis dalam pemerintahan baru.