Nusron Buka Pelatihan Integritas Bersama KPK: ASN Harus Mudahkan Rakyat

oleh -676 Dilihat
Nusron Buka Pelatihan Integritas Bersama KPK: ASN Harus Mudahkan Rakyat
Foto: Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

CEPAT VIRAL | Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid membuka Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) bagi 40 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian ATR/BPN, Selasa (11/8/2026).

Program PRESTASI untuk pertama kalinya digelar Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas ASN melalui pendidikan antikorupsi.

Peserta angkatan pertama terdiri atas 40 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN.

Nusron meminta jajarannya menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas. Menurut dia, birokrasi pada dasarnya dibentuk untuk mempermudah urusan masyarakat.

“Semangat kita adalah mempermudah rakyat. Kenapa kita harus mempermudah rakyat? Karena birokrasi memang dibuat untuk mempermudah,” ujar Nusron.

Dia mengatakan semangat tersebut harus terlihat dalam perilaku ASN saat memberikan pelayanan. Hal ini dinilai penting karena sekitar 75-80 persen tugas pokok Kementerian ATR/BPN berkaitan dengan pelayanan publik, khususnya sektor pertanahan dan tata ruang.

Nusron menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci transformasi pelayanan yang sedang dilakukan Kementerian ATR/BPN. “Pelatihan kali ini meningkatkan kualitas Sinten,” katanya.

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo mengatakan PRESTASI diarahkan untuk membangun mentalitas dan moralitas ASN agar memiliki komitmen menolak korupsi, termasuk ketika memiliki kesempatan untuk melakukan korupsi.

Menurut Ibnu, pemberantasan korupsi dilakukan melalui tiga pendekatan, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan. Pendidikan antikorupsi menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun integritas aparatur.

“Integritas itu harus ditunjukkan dengan perbuatan. Apa yang kita katakan benar, ya benar. Apa yang kita katakan salah, ya salah,” ujar Ibnu.

Dia menegaskan ASN harus konsisten menerapkan nilai integritas, baik dalam perkataan maupun tindakan.

“Jangan korupsi, di belakang juga kita tidak boleh korupsi. Itu namanya berintegritas,” lanjutnya.

(CV)