Arsip Tanah Kerap Hilang Saat Sengketa, Sekjen ATR/BPN Gandeng ANRI Benahi Sistem di Era Digital

oleh -31 Dilihat
Arsip Tanah Kerap Hilang Saat Sengketa, Sekjen ATRBPN Gandeng ANRI Benahi Sistem di Era Digital

CEPAT VIRAL | Upaya memperkuat tata kelola arsip pertanahan di era digital menjadi sorotan dalam kunjungan Sekretaris Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Dalu menegaskan bahwa arsip bukan sekadar tumpukan dokumen, melainkan fondasi utama pelayanan pertanahan yang menyangkut hak dan aset masyarakat.

“Yang paling mendasar karena arsip itu tulang punggung pelayanan Kementerian ATR/BPN. Arsip menjadi penting untuk menjaga aset masyarakat sehingga kami perlu bantuan Bapak/Ibu sekalian soal bagaimana pengelolaannya,” ujar Dalu di hadapan Kepala ANRI, Mego Pinandito, dan jajaran.

Dalu mengakui, persoalan arsip kerap menjadi pemantik ketika sengketa atau konflik pertanahan terjadi. Dengan ribuan Kantor Pertanahan yang tersebar di seluruh Indonesia, pengelolaan arsip menjadi tantangan tersendiri.

“Ketika ada persoalan pertanahan, arsip kita kalau pengelolaannya tidak bagus, sering kali kita mencari dari sekian ribu berkas ternyata tidak ada. Ini soal sumber daya manusia (SDM) pengelola arsip. Apakah sistemnya atau memang kurang orangnya, ini yang perlu kita benahi,” tegasnya.

Ia menilai, perbaikan tata kelola arsip menjadi langkah strategis untuk mencegah potensi sengketa yang dapat merugikan masyarakat.

Transformasi menuju Sertipikat Elektronik di lingkungan ATR/BPN turut menambah kompleksitas pengelolaan arsip. Digitalisasi memang menghadirkan efisiensi dan meningkatkan keamanan data pertanahan. Namun di sisi lain, dokumen fisik atau warkah tetap membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai dan berisiko menumpuk jika tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, sinergi dengan ANRI dinilai penting agar sistem kearsipan berjalan tertib, modern, dan akuntabel.

Menanggapi hal tersebut, Kepala ANRI Mego Pinandito menyatakan kesiapan penuh lembaganya untuk mendukung penguatan tata kelola arsip pertanahan.

“Secara prinsip kami siap membantu dan akan terus berkoordinasi agar tata kelola arsip pertanahan semakin baik,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, ANRI mengusulkan agar kurikulum kearsipan dimasukkan dalam pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Dengan begitu, calon aparatur pertanahan sudah memiliki pemahaman tata kelola arsip sejak di bangku pendidikan.

Selain itu, ANRI juga membuka peluang program magang di unit arsip sebagai sarana pembelajaran praktis, termasuk pendampingan teknis serta penambahan tenaga arsiparis sesuai kebutuhan.

Dalam kunjungan tersebut, Dalu turut didampingi Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN Awaludin serta sejumlah pejabat administrator di lingkungan ATR/BPN.

(CV)